Friday, March 24, 2017

[Book Review] Think Like a Freak - Steven D. L & Stephen J. D

Writer : Steven D. Levit & Stephen J. Dubner
Publisher : Noura
Format : Paperback, 253 pages
Publishing date : January 2016
Language : Bahasa Indonesia
Genre : Non Fiction, Social Science, Economic
Source : a gift from giver (theladybooks.com)
Read on March, 27th 2016
My rating :  4 of 5

Buy a hard copy at Mizanstore (ID)

• Apa rahasia juara dunia lomba makan hot dog asal Jepang yang makan 50 hot dog dalam 12 menit?
• Apa alasan seorang dokter asal Australia rela menelan setumpuk bakteri berbahaya?
• Bagaimana bisa calon teroris terdeteksi melalui rekening bank di Inggris?
• Mengapa penipu melalui e-mail sering menyatakan diri berasal dari Nigeria?
• Mengapa orang dewasa justru mudah ditipu daripada anak-anak?

Buku ini memaparkan pemikiran yang tidak biasa, aneh, dan jarang terpikir oleh orang kebanyakan. Disertai contoh-contoh menarik, cerita yang memikat, dan analisis yang tidak lazim, kedua penulis mendorong kita agar mampu berpikir jauh lebih rasional, lebih kreatif, dan lebih produktif. 


Cara baru yang revolusioner ini telah terbukti menyelesaikan berbagai masalah, baik masalah kecil ataupun global. Anda pun bisa mempraktikkannya di berbagai bidang, mulai dari bisnis, olahraga, hingga politik.
"Memahami insentif semua pelaku dalam skenario tertentu merupakan langkah fundamental dalam memecahkan masalah apa pun." pg.115
Jika kamu adalah seorang pemain bola kaki di ajang piala dunia, dan saat ini kamu mempunyai satu kesempatan untuk memenangkan negara mu dengan satu tendangan penalti. Kemanakah arah tendangan mu itu? Pemain sepak bola profesional tentu akan memilih antara dua pilihan, menendang dengan powerfull ke ujung kanan gawang, atau menendang ke ujung kiri gawang. Apakah kamu berpikir seperti itu juga? Hal itu tentu saja masuk akal, dan rencanamu cukup mainstream.

Nah, mari berpikir agak nyeleneh sedikit alias seperti orang aneh.

Bagaimana jika kamu menendang tepat ketengah gawang? Probabilitas untuk gol tentu sangat tinggi, karena data menunjukkan penjaga gawang cenderung megarahkan badannya ke kanan atau ke kiri, tanpa berniat utk diam di tengah sekalipun, dan hal ini tentu menjadi keuntungan bagi si pencetak gol. Sayangnya....pilihan seperti ini, yang memiliki probabilitas kemenangan tinggi namun jarang kali diterapkan. Alasannya ada dua, pertama adalah karena kamu berada dalam kondisi penuh pertaruhan, yaitu Piala dunia, dan kedua (yang mungkin paling menguasai psikis penendang) adalah : Rasa Malu. 

Satu kasus diatas hanyalah salah satu contoh untuk mendorong kita berpikir selayaknya orang aneh. Jika hal biasa hanya memberikan hasil yang biasa, coba berpikir berbeda mungkin tanpa disadari kamu telah mendapatkan hasil yang luar biasa.
Sudah sejak bertahun tahun lalu, buku penulis duo step/ven ini masuk dalam radar saya, namun belum kesampaian untuk membelinya, dan ternyata baru baru ini penerbit lokal, Noura telah menerbitkannya. Berhubung dengan adanya event Markituka Jabodetabek, saya buru buru memasukkan buku ini kedalam wishlist saya, dan betapa bahagianya giver yang baik hati memberikan hadiah dua buku, dan salah satunya buku ini. 
Buku ini tentu saja termasuk non fiksi, tapi bukan buku motivasi seperti buku buku lain yang menggebu-gebu mengajak kamu untuk merubah pikiran akan sesuatu hal, buku ini begitu istimewa, dan tidak menggurui. Hanya paparan fakta yang mereka tebarkan disepanjang buku ini, dan pada akhirnya tanpa kita sadari kita telah terdorong untuk berpikir layaknya orang aneh (i mean in the good way).

Meskipun beberapa pemkiran dalam buku ini saya anggap tidak terlalu aneh, tetapi buku ini sangat baik dibaca bagi siapapun yang ingin berpikir antimainstream. Jika berpikir biasa biasa saja tidak berdampak apa apa bagi hidup anda, mungkin ini saatnya untuk anda berhenti, berpikir tidak biasa dan lihat hasilnya. Kalau menurut saya sih, do not think out of the box, but think like you never in the box. ;)

Ps. Saya tidak tahu membaca buku ekonomi bisa semenarik ini, sepertinya habis ini saya akan membaca freakonomics.
Siapapun yang siap menjadi pemikir tidak biasa. Hey, different is beautiful.
Selamat membaca, freak!

No comments:

Post a Comment

Free Speech is Human Right! Speak up! Voice your opinion below. XO