Genre: Plays, Fiction, Philosophy, Drama, Classics
Source: Gift from a dear friend
Read on June, 19th 2022
My rating: 5 of 5
Buy a hard copy at Periplus (ID) or a digital copy at Amazon (INT)
On one level, Night of January 16th is a totally gripping drama about the rise and destruction of a brilliant and ruthless man. On a deeper level, it is a superb dramatic objectification of Ayn Rand's vision of human strength and weakness. Since its original Broadway success, it has achieved vast worldwide popularity and acclaim.
"Who is on trial in this case? Karen Andre? No! It's you, ladies and gentlemen of the jury, who are here on trial. It is your own souls that will be brought to light when your decision is rendered.”
Last year I got Atlas Shrugged by Ayn Rand as a gift, I always know that this friend is a big fan of Ayn Rand, and on one fine day while this dear friend tried to rearrange collection of books, I saw the book and was surprised with the title and the author. The author is Ayn Rand, a philosopher who was famous for Objectivism, hence the title of her book is very dramatic, what makes me surprised that the night of
From the show's creators comes the groundbreaking novel inspired by the Broadway smash hit Dear Evan Hansen.
Dear Evan Hansen,
Today's going to be an amazing day and here's why...
When a letter that was never meant to be seen by anyone draws high school senior Evan Hansen into a family's grief over the loss of their son, he is given the chance of a lifetime: to belong. He just has to stick to a lie he never meant to tell, that the notoriously troubled Connor Murphy was his secret best friend.
Suddenly, Evan isn't invisible anymore--even to the girl of his dreams. And Connor Murphy's parents, with their beautiful home on the other side of town, have taken him in like he was their own, desperate to know more about their enigmatic son from his closest friend. As Evan gets pulled deeper into their swirl of anger, regret, and confusion, he knows that what he's doing can't be right, but if he's helping people, how wrong can it be?
No longer tangled in his once-incapacitating anxiety, this new Evan has a purpose. And a website. He's confident. He's a viral phenomenon. Every day is amazing. Until everything is in danger of unraveling and he comes face to face with his greatest obstacle: himself.
A simple lie leads to complicated truths in this big-hearted coming-of-age story of grief, authenticity and the struggle to belong in an age of instant connectivity and profound isolation.
“I wish that everything was different. I wish that I was a part of something. I wish that anything I said mattered, to anyone. I mean, let's face it: would anybody even notice if I disappeared tomorrow?”
Evan Hansen hanya seorang murid SMA biasa, tanpa teman, tanpa gebetan, tanpa afiliasi dengan klub manapun, jika tidak terlalu jauh, dia pun tidak terlalu memahami dirinya sendiri, dan malangnya dia punya kewajiban untuk bertemu terapis untuk mengatasi masalahnya ini.
Editors : Catalia Rembuyan, Lee Ee Leen, Ted Mahsu, Tshiung Han Sew
Publisher : Fixi Novo
Format : Paperback, 183 pages
Publishing date : March 2016
Language : English w/ some Malaysian term
Genre : Literary journal, Fiction
Source : Free excerpt from Inter. Indonesia Bookfair 2016
Read on Oct, 18th 2016
My rating : 3.5 of 5
Buy a hard copy at Amazon (INT) or Malaysia Bookstore
Little Basket 2016 is the first of a planned annual literary journal of new Malaysian writing. Unlike similar journals in other countries, it is produced with zero government or corporate funding. Each issue will have a print run of 3,000 and won’t be reprinted. Aside from sales at selected bookshops in Malaysia, it will also be distributed at international bookfairs such as London and Frankfurt. This volume features work by:Foo Sek Han, Eileen Lian, Marc de Faoite, William Tham Wai Liang, Murugasu SHANmughalingam, Choong Jay Vee, Tunku Halim, Edwin Kho, Julya Oui, Kris Williamson, Chua Kok Yee, Zedeck Siew & Sharon Chin, Angeline Woon, Ling Low, Lean Ka-Min, Tilon Sagulu, Terence Toh, Zhou Sivan, Cassandra Khaw, Jin Hien Lau, Timothy Nakayama.
"Over there we found ourselves imagining Malaysia, a homeland full of nostalgia." from Diaspora - William Tham Wai Liang, pg.41.
Look that beautiful cover!!its blue, its shinny, and its feel like Summer! So, I got this book in Inter. Indonesia Book Fair which held in JCC, Jakarta last month. Malaysia was chosen as Guest of Honor this year, so they have a big booth at the center of fair. I walking down on the booth, talking in malay with one of the staff says that Im looking for a good malaysian book, and maybe she have a recommendation, voila! she give me this book for free. Yay!!
There is twenty two story inside, written by malaysian author. Theres short stories, essay, poetry, and comic strips. the themes are very diverse, theres horror, fantasy, sci-fi, and contemporary. Nah, I
Betapa Sabari menyayangi Zorro. Ingin dia memeluknya sepanjang waktu. Dia terpesona melihat makhluk kecil yang sangat indah dan seluruh kebaikan yang terpancar darinya. Diciuminya anak itu dari kepala sampai ke jari-jemari kakinya yang mungil. Kalau malam Sabari susah susah tidur lantaran membayangkan bermacam rencana yang akan dia lalui dengan anaknya jika besar nanti. Dia ingin mengajaknya melihat pawai 17 Agustus, mengunjungi pasar malam, membelikannya mainan, menggandengnya ke masjid, mengajarinya berpuasa dan mengaji, dan memboncengnya naik sepeda saban sore ke taman kota.
"Konon, hari paling penting dalam hidup manusia adalah hari saat manusia itu tahu untuk apa dia dilahirkan. Sekarang Sabari tahu bahwa dia dilahirkan untuk menjadi seorang ayah. Seorang ayah bagi Zorro." pg.227
Ada banyak kisah yang menceritakan tentang kisah cinta ibu kepada anaknya, tapi tentang cinta ayah kepada anakn mungkin tak banyak ditemukan. Buku Andrea Hirata satu ini menyuguhkan kisah yang berbeda, dan memunculkan sosok seorang ayah yang luar biasa hebatnya. Ayah itu bernama Sabari, ia bukan seorang kaya raya, tak juga memiliki wajah rupawan, tapi ia memiliki sifat yang tak semua pria memilikinya, yaitu kesabaran, ketekunan dan ketulusan.
Genre : Fiction, Contemporary
Source : Bought at Gramedia Book Store (56k)
Read on January, 6th 2016
My rating : 4 of 5
Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin.
“Nasib memang diserahkan kepada manusia untuk digarap, tetapi takdir harus ditandatangani di atas materai dan tidak boleh digugat kalau nanti terjadi apa-apa, baik atau buruk.”
Inilah Sarwono, dosen muda Antropologi kebanggaan UI, berperawakan cungkring aseli wong Solo, cerdas bukan kepalang namun gayanya agak Zadul, ahli menulis puisi cengeng, kesayangan para dosen senior, dan punya calon isteri, bernama Pingkan, keturunan manado-jawa yang ehm...jadi dambaan hati banyak pria.
Bila menatap nanar kedua mempelai yang ada di depan penghulu, duduk dengan tegap, dia adalah Fadli, sahabat Bila. Seharusnya Bila berbahagia melihat sahabatnya mengawali hidup baru. Iya, seharusnya begitu. Namun, faktanya saat ini, hati Bila sesak melihat prosesi itu. Bukankah seharusnya Bila yang ada di sana-di sampingnya? Seharusnya Bila yang menghabiskan masa tua bersamanya. Seharusnya Bila yang menjadi mempelai wanita. Sedikit egois memang, tetapi faktanya Bila lebih mengenal Fadli daripada wanita itu. Bila lebih mengenal Fadli luar dalam dibandingkan dengannya. Bila tahu rutinitas apa saja yang dia lakukan setiap hari. Bila tahu apa makanan favorit dan makanan yang dibencinya, bahkan Bila juga tahu berat badannya. Bila tahu segala hal dalam diri Fadli, tetapi mengapa justru wanita yang baru satu bulan mengalihkan perhatian Fadli yang kini menjadi pendampingnya. Kenapa, Tuhan?
Nabila atau Bila begitu sapaan akrabnya, harus mengurut dada dan menangis putus asa ketika menyadari bahwa pria sekaligus sahabat yang selama ini dia sayangi harus menikahi wanita lain. Tak pernah satu kali pun terbayang dalam pikiran Bila, bahwa Fadli-sahabatnya ini akan menikahi wanita selain dirinya, mengingat bertahun-tahun kebelakang Fadli adalah satu-satunya sahabat pria terdekat Bila. Bahkan Ibu Fadli sudah layaknya Ibu kandung bagi Bila, bahkan sampai dihari pernikahan Fadli pun, Ibu Fadli memohon maaf pada Bila atas tindakan Fadli yang malah memutuskan menikahi wanita lain. Hubungan Fadli - Bila selama ini adalah friendzone, hanya Bila yang selama ini diam-diam mencintai Fadli, namun tanpa disadari pria itu.
Ketika awal membaca sinopsis buku ini saya sempat menerka - nerka bagaimana jalan ceritanya, apakah ini akhir dari kisah hidup bila yang ditinggal nikah sahabat tercintai? atau ini malah adalah awal hidup Bila untuk move on dan menemukan pasangan hidupnya. Ternyata sinopsisnya benar-benar mengecoh, buku ini berisi After Life Bila setelah ditinggal Fadli, jadi tentang bagaimana dia menata hati dan memulai kehidupannya yang baru, kehidupan yang bahagia dengan pasangan yang terbaik yang dipilihkan untuknya.
WRITECHECK!
Nah, dibuku ini saya menemukan beberapa kesalahan tanda baca dan typo
(Semoga dapat menjadi perbaikan untuk cetakan selanjutnya)
Hal. 106
Penggunaan kata Magicom terlihat aneh menurut saya Magicom itu merk bukan ya?Hmm ada baiknya ditulis rice cooker saja
Hal. 172
Sementara dia sibuk dengan acara televisi aku, memilih makan buatan bubur
harusnya "... acara televisi, aku ..."
Hal. 190
Ini konyol, bagaimama bisa Om Tua
typo satu huruf sih, seharusnya "bagaimana"
"Novel dengan tema yang jarang, membuat penasaran untuk dibaca sampai selesai. Pada awalnya, bersimpati pada Bila, tetapi kemudian mengaguminya. Karena tidak mudah mengalami cinta seperti Bila, dan berhasil melaluinya. Worth to read!" - Namarappuccino, Penulis dan Blogger
"Ini cerita yang kaya. Seharusnya kita memang bisa memilih yang kita mau, tapi kadang cinta adalah perihal belajar menerima kenyataan." - Boy Candra, Penulis “Origami Hati”, “Setelah Hujan Reda”, dan “Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang”
Buku ini saya beli niatnya untuk menjadi kado untuk salah satu sahabat saya, dengan maksud hati membantunya untuk MENGINGAT LUKA LAMA dan JANGAN MOVE ON, hahaha, iya memang saya sekejam itu!*tertawalicik* dan surprisingly buku ini malah ngajak orang buat Move On, bagus lah, biar si teman saya itu tidak selalu mengingat masa lalu.hahaha. Tapi memang yah, takdir tidak selalu sama dengan harapan. Jadi buku ini bisa dibaca untuk siapa aja berumur 23+ yang sudah waktunya nikah *oops*
ada banyak pernikahan dalam buku ini, dan lagu Brian McKnight ini saya anggap cocok! Meskipun sebenernya pas baca buku ini saya sambil dengerin Instrumental Disney.hehehe
Buy a hard copy at Periplus (ID) or digital copy at Amazon (INT)
Gillian Flynn’s Edgar Award-winning homage to the classic ghost story, published for the first time as a standalone A young woman is making a living, faking it as a cut-price psychic working at Spiritual Palms (with some illegal soft-core sex work on the side). She makes a decent wage - mostly by telling people what they want to hear. But then she meets Susan Burke. Susan moved to the city one year ago with her husband and 15-year old stepson Miles. They live in a Victorian house called Carterhook Manor, built in 1893. Susan has become convinced that some malevolent spirit is inhabiting their home, and taking possession of the stepson. She has even found trickles of blood on the wall. The young woman doesn't believe in exorcism or the supernatural, but she does see an opportunity to make a lot of money. However when she enters the house for the first time, and meets Miles, she begins to feel it too, as if the very house is watching her, waiting, biding its time....
“Books may be temporary; dicks are forever.”
This is very very short short story written by Gillian Flynn, and it formerly belong to Anthology
Language : Indonesia
Source : Bought at mizanstore.com
Genre : Historical Fiction, Classic
Read on September, 12nd 2015
My rating : 3 of 5
Ditulis di pertengahan 1950-an, Go Set a Watchman adalah naskah pertama yang diajukan Harper Lee kepada penerbit sebelum To Kill a Mockingbird. Setelah dianggap hilang, kini naskah berharga ini ditemukan di akhir 2014. Harper Lee, penulis penyendiri yang tak mau lagi menerbitkan novel setelah To Kill A Mockingbird, pun akhirnya setuju untuk membagi kisah awalnya kepada dunia.
Go Set a Watchman mengisahkan kehidupan para tokoh di To Kill A Mockingbird dua puluh tahun kemudian. Jean Louise Finch—atau Scout— kembali ke Maycomb, Alabama untuk mengunjungi, Atticus, ayahnya yang sudah uzur. Namun, kota kelahirannya tak lagi seperti dulu, begitu pun sang ayah. Scout harus berjuang mengatasi masalah-masalah pribadi dan politis tentang sang ayah dan kota kecil yang dulu membentuk siapa dirinya. Mengisahkan bagaimana Scout menerima dan beradaptasi dengan perubahan dan peristiwa-peristiwa menggemparkan yang membentuk Amerika di pertengahan 1950-an, Go Set a Watchman memberikan pandangan baru tentang kisah klasik karya Harper Lee. Menggugah, lucu sekaligus menggebrak tatanan sosial masyarakat Amerika saat itu.
"Yang paling berdaulat dalam setiap diri manusia, Jean Louise, yang menjadi penjaga dalam setiap manusia, adalah nurani."
Tahun lalu, ketika dikabarkan bahwa Go Set A Watchman akan terbit pada Juli 2015, saya termasuk salah satu dari ribuan penggemar Lee yang sangat exciting mendengar kabar ini, banyak pikiran yang terlintas dibenak saya, akan bercerita tentang apa buku ini? bagaimana Scout dan Jem setelah dewasa? apa kabar Atticus yang sudah menua? Ahh, Boo Radley, apakah dia masih menjadi si pemalu baik hati? dan yang paling membingungkan untuk dipikirkan adalah bagaimana mungkin ini adalah sekuel (maksud saya kelanjutan) sedangkan buku ini sendiri adalah draft penulisan to kill mockingbird. Akan kemanakah jalan ceritanya?
Allan Karlsson hanya punya waktu satu jam sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus dimulai. Wali Kota akan hadir. Pers akan meliput. Seluruh penghuni Rumah Lansia juga ikut merayakannya. Namun ternyata, justru yang berulangtahunlah yang tidak berniat datang ke pesta itu. Melompat lewat jendela kamarnya, Allan memutuskan untuk kabur. Dimulailah sebuah perjalanan luar biasa yang penuh dengan kegilaan. Siapa sangka, petualangannya itu menjadi pintu yang akan mengungkap kehidupan Allan sebelumnya. Sebuah kehidupan di mana—tanpa terduga—Allan memainkan peran kunci di balik berbagai peristiwa penting pada abad kedua puluh. Membantu menciptakan bom atom, berteman dengan Presiden Amerika dan tiran Rusia, bahkan membuat pemimpin komunis Tiongkok berutang budi padanya! Siapa, sih, Allan sebenarnya?
"Bayangkan, kematian ternyata hanya seperti tidur. Apakah dia akan punya waktu untuk berpikir sebelum semuanya berakhir? Apakah dia punya waktu untuk berpikir bahwa dia sudah berpikir baik-baik? Tetapi tunggu, berapa lama dia harus berpikir sebelum dia selesai berpikir?" Hal.498
Dengan judul yang se-absurd ini, siapa pun pasti akan berpikir betapa konyolnya cerita yang ditawarkan, dan benar!! dari halaman pertama berhasil membuat saya penasaran untuk terus membalik halaman demi halaman... Bisa dikatatakan karena terlalu ngga masuk akalnya malah bikin saya percaya sama jalan ceritanya. Well..well...kalian pasti nggak ngerti kan apa yang saya ceritakan barusan? The best way to describe these book is ordinary man who jumped out to extraordinary
Setelah tanpa sengaja menggunakan kekuatan yang tanpa dia sadari dimilikinya untuk mengubah kenyataan, Scott Tyler baru menyadari bahwa dirinya adalah seorang Pengalih—seseorang yang memiliki kemampuan untuk membatalkan segala keputusan yang telah dijalaninya, dan secara otomatis membangun versi kenyataan baru yang dapat mengubah keadaan saat ini hanya dengan kekuatan pikiran. Mulanya, Scott mengira kemampuannya itu adalah hal luar biasa yang akan membuat kehidupannya menjadi menyenangkan. Namun seiring waktu berlalu, dia menyadari ada konsekuensi yang mengiringi setiap pembatalan keputusan. Konsekuensi buruk yang tidak bisa diprediksi. Hidupnya menjadi kacau balau dan seseorang yang disayanginya tewas hanya karena dia membatalkan satu keputusan di masa lalunya. Dan yang lebih buruk lagi, belakangan dia menyadari keberadaan sebuah kelompok yang ingin merebut kekuatan para Pengalih dengan cara sadis. Dalam dunia di mana segala sesuatunya dapat diubah dengan pikiran semata, Scott harus berhati-hati dengan setiap keputusan yang diambilnya.
"Kau seorang Pengalih, Scott. Seseorang yang menurutku bisa kau sebut memiliki kemampuan istimewa." Aku mendengus tertawa lalu kembali bersandar di sofa. "Jadi aku bisa terbang? Tak kasat mata?" hal. 35.
Scott Tyler, remaja berusia 16 tahun yang mengira masa remajanya akan biasa-biasa saja, atau bahkan lebih buruk dengan titel yang disandangnya sebagai Si Anak Pengecut. Hingga akhirnya,
Welcome to Torte—a friendly, small-town family bake shop where the treats are so good that, sometimes, it’s criminal… After graduating from culinary school, Juliet Capshaw returns to her quaint hometown of Ashland, Oregon, to heal a broken heart and help her mom at the family bakery. The Oregon Shakespeare Festival is bringing in lots of tourists looking for some crumpets to go with their heroic couplets. But when one of Torte’s customers turns up dead, there’s much ado about murder… The victim is Nancy Hudson, the festival’s newest board member. A modern-day Lady Macbeth, Nancy has given more than a few actors and artists enough reasons to kill her…but still. The silver lining? Jules’s high school sweetheart, Thomas, is the investigator on the case. His flirtations are as delicious as ever, and Jules can’t help but want to have her cake and eat it too. But will she have her just desserts? Murder might be bad for business, but love is the sweetest treat of all…
"It's pretty stunning what people can or will do when they feel threatened. It's such a shame." p.235
When your marriage is suck and the best thing to do was back to your home town, and what you've got is murderer at your bake shop. This is what happened to Juliet, when she back to her sweet, small, and lovely hometown - Ashland, Oregon.
The Kinsey sisters live in an unconventional world. Their parents are former flower-children who still don’t believe in rules. Their small, Northern California town is filled with free spirits and damaged souls seeking refuge from the real world. Without the anchor of authority, the three girls are adrift and have only each other to rely on. Rachel is wild. Asha is lost. Sarah, the good sister, is the glue that holds them together. But the forces of a mysterious fate have taken Sarah’s life in a sudden and puzzling accident, sending her already fractured family into a tailspin of grief and confusion. Asha has questions. Rachel has secrets. And Sarah, waking up in the afterlife, must piece together how she got there.
"Little sister,
Flesh of my flesh,
Bones of my bones,
Hearth of my hearth." p.156
When the world goes wrong, its sister you can rely on. Thats what i thought after read this unbearable beauty book. This book contain full of life, love, family, and death. Its about family with three
Spain had been one of the world’s most tolerant societies for eight hundred years, but that way of life was wiped out by the Inquisition. Isabel’s family feels safe from the terrors, torture, and burnings. After all, her father is a respected physician in the court of Ferdinand and Isabella. Isabel was raised as a Catholic and doesn’t know that her family’s Jewish roots may be a death sentence. When her father is arrested by Torquemada, the Grand Inquisitor, she makes a desperate plan to save his life – and her own.
Once again, master storyteller Eva Wiseman brings history to life in this riveting and tragic novel.
"Don't judge her harshly," Papa said. "Fear does strange things to people." p.185
Mengambil latar belakang Toledo, Spanyol antara September 1491 - Juli 1492, buku ini dengan ringkas menceritakan kisah yang terjadi di era itu. Yap, di Spanyol di tahun 1400an adalah masa Inkuisisi Spanyol, dimana gereja Katolik Roma mulai berkuasa, toleransi antar umat beragama tidak
In Being Audrey Hepburn, Clarissa Explains It All-creator, Mitchell Kriegman, tells the story of a 19-year-old girl from Jersey who finds herself thrust into the world of socialites after being seen in Audrey Hepburn’s dress from the film Breakfast at Tiffany’s. Lisbeth comes from a broken home in the land of tube tops, heavy eyeliner, frosted lip-gloss, juiceheads, hoop earrings and “the shore.” She has a circle of friends who have dedicated their teenage lives to relieve the world of all its alcohol one drink at a time. Obsessed with everything Audrey Hepburn, Lisbeth is transformed when she secretly tries on Audrey’s iconic Givenchy. She becomes who she wants to be by pretending to be somebody she’s not and living among the young and privileged Manhattan elite. Soon she’s faced with choices that she would never imagine making – between who she’s become and who she once was. In the tradition of The Nanny Diaries and The Devil Wears Prada, this is a coming of age story that all begins with that little black dress…
"Diamonds aren't just a girl's best friend, they're a sparkling tonic for the soul, like summer rain, gazing at Milky Way, or snowflakes that land on your tounge." p.20
Audrey Hepburn adalah segalanya bagi Lisbeth, idola yang selalu ia puja, watak hingga tutur kata Audrey adalah pedoman hidupnya. Lisbeth mungkin hanya gadis usia 19 tahun yang hidup di daerah pinggiran New York, bekerja partime di kedai bobrok,
Genre : Adult fiction, contemporary, marriage life
Read on July, 3rd 2014
My rating : 3.5 of 5
Georgie McCool knows her marriage is in trouble. That it’s been in trouble for a long time. She still loves her husband, Neal, and Neal still loves her, deeply — but that almost seems besides the point now. Maybe that was always besides the point. Two days before they’re supposed to visit Neal’s family in Omaha for Christmas, Georgie tells Neal that she can’t go. She’s a TV writer, and something’s come up on her show; she has to stay in Los Angeles. She knows that Neal will be upset with her — Neal is always a little upset with Georgie — but she doesn’t expect to him to pack up the kids and go home without her. When her husband and the kids leave for the airport, Georgie wonders if she’s finally done it. If she’s ruined everything. That night, Georgie discovers a way to communicate with Neal in the past. It’s not time travel, not exactly, but she feels like she’s been given an opportunity to fix her marriage before it starts . . . Is that what she’s supposed to do? Or would Georgie and Neal be better off if their marriage never happened?
“Marry me,” he kept saying.“I will,” she kept answering. “I think I can live without you,” he said, like it was something he’d spent twenty-seven hours thinking about, “but it won’t be any kind of life.” p.202
Finally...saya khatam membaca karya terbaru Rainbow Rowell yang terbit awal Juli lalu. Untuk pembaca yang belum tau, hingga saat ini Rainbow Rowell telah menerbitkan empat buku.
Title : The Lovely Bones
Writer : Alice Sebold
Publisher : Little, Brown and Company
Format : Paperback, 328 pages
Bought : Kuala Lumpur Book Fair '13 (RM 8)
Publishing date : Movie tie-in ed, October, 2009
Language : English
Genre : YA fiction,contemporary, fantasy, mystery, drama
Read on June, 22nd 2014
My rating : 3.5 of 5
The Lovely Bones is the story of a family devastated by a gruesome murder -- a murder recounted by the teenage victim. Upsetting, you say? Remarkably, first-time novelist Alice Sebold takes this difficult material and delivers a compelling and accomplished exploration of a fractured family's need for peace and closure.
The details of the crime are laid out in the first few pages: from her vantage point in heaven, Susie Salmon describes how she was confronted by the murderer one December afternoon on her way home from school. Lured into an underground hiding place, she was raped and killed. But what the reader knows, her family does not. Anxiously, we keep vigil with Susie, aching for her grieving family, desperate for the killer to be found and punished.
Sebold creates a heaven that's calm and comforting, a place whose residents can have whatever they enjoyed when they were alive -- and then some. But Susie isn't ready to release her hold on life just yet, and she intensely watches her family and friends as they struggle to cope with a reality in which she is no longer a part. To her great credit, Sebold has shaped one of the most loving and sympathetic fathers in contemporary literature.
Susie, begitu ia disapa. Usianya 14 tahun ketika ia tewas dibunuh oleh tetangganya sendiri George Harvey, seorang pria pshyco penyendiri. Meskipun telah membunuh Susie dan membuang anggota tubuhnya di tempat pembuangan, Harvey sangat profesional menutup jejaknya. Kematiannya menjadi misteri bagi keluarga, lingkungan, dan sahabat yang ia tinggalkan. Susie mungkin sudah tewas, tetapi dari surganya dengan senantiasa dia mengikuti setiap orang-orang yang dicintainya bahkan pembunuhnya. Dengan seluruh kenyamanan yang dia dapatkan di Surga-nya bukan berarti Susie menikmati tinggal di Surga itu, dalam hati terdalamnya adalah kehidupan di bumi yang ia impikan.
“Heaven is comfort, but it's still not living.” - p.
Writer : Benjamin Alire Sáenz
Publisher : Simon & Schuster Books for Young Readers
Format : Ebook, 273 pages
Publishing date : February, 21th 2012
Language : English
Series : Stand alone
Genre : YA fiction, LGBD
Read on May, 23rd 2014
My rating : 4 of 5
A lyrical novel about family and friendship from critically acclaimed author Benjamin Alire Sáenz.
Aristotle is an angry teen with a brother in prison. Dante is a know-it-all who has an unusual way of looking at the world. When the two meet at the swimming pool, they seem to have nothing in common. But as the loners start spending time together, they discover that they share a special friendship—the kind that changes lives and lasts a lifetime. And it is through this friendship that Ari and Dante will learn the most important truths about themselves and the kind of people they want to be.
Aristotle menginjak usianya yang ke 15. Hidupnya masih sama membosankan seperti tahun-tahun sebelumnya, Ayahnya masih terjebak dalam kemelud perang Vietnam, kakak-kakaknya masih menganggap dirinya anak kecil, dan Ibunya tidak mau membicarakan tentang Kakak laki-lakinya yang dipenjara. Dalam kebosanannya Ari bertemu dengan Dante yang menjadi awal mula persahabatan mereka. Bersama Dante, Ari mulai menyingkap rahasia-rahasia kehidupan.
"Boring game, Dante. Are we interviewing each other?"
Writer : R.J. Palacio
Publisher : Alfred A. Knopf, a division of Random House Inc.
Format : Paperback, 315 pages
Publishing date : February, 14th 2012
Language : English
Read on August, 5th 2013
My rating : 4 of 5
August (Auggie) Pullman was born with a facial deformity that prevented him from going to a mainstream school—until now. He's about to start 5th grade at Beecher Prep, and if you've ever been the new kid then you know how hard that can be. The thing is Auggie's just an ordinary kid, with an extraordinary face. But can he convince his new classmates that he's just like them, despite appearances? R. J. Palacio has written a spare, warm, uplifting story that will have readers laughing one minute and wiping away tears the next. With wonderfully realistic family interactions (flawed, but loving), lively school scenes, and short chapters, Wonder is accessible to readers of all levels.
Saya lagi pengen banget sharing cerita dari buku satu ini. Baca sinopsisnya aja pasti udah bikin penasaran kan? Begitu pun saya. Hati saya pasti terenyuh kalau baca buku-buku dengan tema penyakit-penyakit yang tidak biasa, apalagi tema penyakit yang diangkat disini sangat berhubungan dengan physical appearance yang artinya pastilah sangat mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Belum lagi tokoh utama dibuku ini adalah anak kelas 5 SD berusia 10 tahun. Wah...wah...saya ngga bisa bayangkan bagaimana menariknya buku ini!
Writer : Jenny Han
Publisher : Simon & Schuster Books for Young Readers
Format : Paperback, 368 pages , Ebook, 277 pages
Publishing date : April, 15th 2014
Language : English
Read on April, 21st 2014
My rating : 4 of 5
Lara Jean's love life goes from imaginary to out of control in this heartfelt novel from the New York Times bestselling author of The Summer I Turned Pretty series.
What if all the crushes you ever had found out how you felt about them... all at once?
Lara Jean Song keeps her love letters in a hatbox her mother gave her. They aren't love letters that anyone else wrote for her; these are ones she's written. One for every boy she's ever loved—five in all. When she writes, she pours out her heart and soul and says all the things she would never say in real life, because her letters are for her eyes only. Until the day her secret letters are mailed, and suddenly, Lara Jean's love life goes from imaginary to out of control.
Howdy fellas,
Ahhhh...saya ngga sabar mau berbagi cerita tentang buku yang saya baca kali ini... kalau kalian baca sinopsisnya pasti penasaran dong sama ceritanya. Gimana rasanya surat cinta yang kita tulis diam-diam ternyata dibaca sama orangnya langsung apa nggak mati berdiri?mungkin kurang lebih rasanya sama ketika buku diary kita dibaca orang lain.hahaha...
Okeh, ngga usah berlama-lama lagi langsung saya ceritain aja sepenggal kisahnya :
Lang Leav is a poet and internationally exhibiting artist. Awarded a coveted Churchill Fellowship, her work expresses the intricacies of love and loss. Beautifully illustrated and thoughtfully conceived, Love and Misadventure will take you on a rollercoaster ride through an ill-fated love affair- from the initial butterflies to the soaring heights- through to the devastating plunge. Lang Leav has an unnerving ability to see inside the hearts and minds of her readers. Her talent for translating complex emotions with astonishing simplicity has won her a cult following of devoted fans from all over the world.
Dulu sekali...saya adalah penggemar puisi, saya suka menulis puisi, dan sering kali memenangkan perlombaan tingkat sekolah/kota dalam hal membaca puisi. Karena mama saya juga adalah orang yang mencintai puisi. Kalau dulu, pengarang puisi panutan saya adalah Chairil Anwar, Tengsoe Tjahjono dan tentu saja Taufik Ismail. Namun, sekarang saya tidak terlalu sering lagi membaca buku puisi, tapi kalau menulis sih masih sering*nggakadayangnanya*. Untuk puisi berbahasa inggris, buku ini adalah buku puisi pertama yang saya baca. Jika kalian adalah salah satu penikmat puisi/sajak/syair, maka saya akan merekomendasikan buku ini. Buku ini adalah buku kumpulan puisi yang ditulis oleh Lang leav.