Genre: Plays, Fiction, Philosophy, Drama, Classics
Source: Gift from a dear friend
Read on June, 19th 2022
My rating: 5 of 5
Buy a hard copy at Periplus (ID) or a digital copy at Amazon (INT)
On one level, Night of January 16th is a totally gripping drama about the rise and destruction of a brilliant and ruthless man. On a deeper level, it is a superb dramatic objectification of Ayn Rand's vision of human strength and weakness. Since its original Broadway success, it has achieved vast worldwide popularity and acclaim.
"Who is on trial in this case? Karen Andre? No! It's you, ladies and gentlemen of the jury, who are here on trial. It is your own souls that will be brought to light when your decision is rendered.”
Last year I got Atlas Shrugged by Ayn Rand as a gift, I always know that this friend is a big fan of Ayn Rand, and on one fine day while this dear friend tried to rearrange collection of books, I saw the book and was surprised with the title and the author. The author is Ayn Rand, a philosopher who was famous for Objectivism, hence the title of her book is very dramatic, what makes me surprised that the night of
• Apa rahasia juara dunia lomba makan hot dog asal Jepang yang makan 50 hot dog dalam 12 menit? • Apa alasan seorang dokter asal Australia rela menelan setumpuk bakteri berbahaya? • Bagaimana bisa calon teroris terdeteksi melalui rekening bank di Inggris? • Mengapa penipu melalui e-mail sering menyatakan diri berasal dari Nigeria? • Mengapa orang dewasa justru mudah ditipu daripada anak-anak? Buku ini memaparkan pemikiran yang tidak biasa, aneh, dan jarang terpikir oleh orang kebanyakan. Disertai contoh-contoh menarik, cerita yang memikat, dan analisis yang tidak lazim, kedua penulis mendorong kita agar mampu berpikir jauh lebih rasional, lebih kreatif, dan lebih produktif. Cara baru yang revolusioner ini telah terbukti menyelesaikan berbagai masalah, baik masalah kecil ataupun global. Anda pun bisa mempraktikkannya di berbagai bidang, mulai dari bisnis, olahraga, hingga politik.
"Memahami insentif semua pelaku dalam skenario tertentu merupakan langkah fundamental dalam memecahkan masalah apa pun." pg.115
Jika kamu adalah seorang pemain bola kaki di ajang piala dunia, dan saat ini kamu mempunyai satu kesempatan untuk memenangkan negara mu dengan satu tendangan penalti. Kemanakah arah tendangan mu itu? Pemain sepak bola profesional tentu akan memilih antara dua pilihan, menendang dengan powerfull ke ujung kanan gawang, atau menendang ke ujung kiri gawang. Apakah kamu berpikir seperti itu juga? Hal itu tentu saja masuk akal, dan rencanamu cukup mainstream.
Editors : Catalia Rembuyan, Lee Ee Leen, Ted Mahsu, Tshiung Han Sew
Publisher : Fixi Novo
Format : Paperback, 183 pages
Publishing date : March 2016
Language : English w/ some Malaysian term
Genre : Literary journal, Fiction
Source : Free excerpt from Inter. Indonesia Bookfair 2016
Read on Oct, 18th 2016
My rating : 3.5 of 5
Buy a hard copy at Amazon (INT) or Malaysia Bookstore
Little Basket 2016 is the first of a planned annual literary journal of new Malaysian writing. Unlike similar journals in other countries, it is produced with zero government or corporate funding. Each issue will have a print run of 3,000 and won’t be reprinted. Aside from sales at selected bookshops in Malaysia, it will also be distributed at international bookfairs such as London and Frankfurt. This volume features work by:Foo Sek Han, Eileen Lian, Marc de Faoite, William Tham Wai Liang, Murugasu SHANmughalingam, Choong Jay Vee, Tunku Halim, Edwin Kho, Julya Oui, Kris Williamson, Chua Kok Yee, Zedeck Siew & Sharon Chin, Angeline Woon, Ling Low, Lean Ka-Min, Tilon Sagulu, Terence Toh, Zhou Sivan, Cassandra Khaw, Jin Hien Lau, Timothy Nakayama.
"Over there we found ourselves imagining Malaysia, a homeland full of nostalgia." from Diaspora - William Tham Wai Liang, pg.41.
Look that beautiful cover!!its blue, its shinny, and its feel like Summer! So, I got this book in Inter. Indonesia Book Fair which held in JCC, Jakarta last month. Malaysia was chosen as Guest of Honor this year, so they have a big booth at the center of fair. I walking down on the booth, talking in malay with one of the staff says that Im looking for a good malaysian book, and maybe she have a recommendation, voila! she give me this book for free. Yay!!
There is twenty two story inside, written by malaysian author. Theres short stories, essay, poetry, and comic strips. the themes are very diverse, theres horror, fantasy, sci-fi, and contemporary. Nah, I
Betapa Sabari menyayangi Zorro. Ingin dia memeluknya sepanjang waktu. Dia terpesona melihat makhluk kecil yang sangat indah dan seluruh kebaikan yang terpancar darinya. Diciuminya anak itu dari kepala sampai ke jari-jemari kakinya yang mungil. Kalau malam Sabari susah susah tidur lantaran membayangkan bermacam rencana yang akan dia lalui dengan anaknya jika besar nanti. Dia ingin mengajaknya melihat pawai 17 Agustus, mengunjungi pasar malam, membelikannya mainan, menggandengnya ke masjid, mengajarinya berpuasa dan mengaji, dan memboncengnya naik sepeda saban sore ke taman kota.
"Konon, hari paling penting dalam hidup manusia adalah hari saat manusia itu tahu untuk apa dia dilahirkan. Sekarang Sabari tahu bahwa dia dilahirkan untuk menjadi seorang ayah. Seorang ayah bagi Zorro." pg.227
Ada banyak kisah yang menceritakan tentang kisah cinta ibu kepada anaknya, tapi tentang cinta ayah kepada anakn mungkin tak banyak ditemukan. Buku Andrea Hirata satu ini menyuguhkan kisah yang berbeda, dan memunculkan sosok seorang ayah yang luar biasa hebatnya. Ayah itu bernama Sabari, ia bukan seorang kaya raya, tak juga memiliki wajah rupawan, tapi ia memiliki sifat yang tak semua pria memilikinya, yaitu kesabaran, ketekunan dan ketulusan.
Genre : Non Fiction, Agriculture
Source : freebie from publisher (@bukuagromedia)
Read on Januari, 11th 2016
My rating : 4 of 5
Buy a hard copy at Agromedia (ID) or digital copy at Google Play (INT)
Keinginan untuk berkebun sayuran sendiri di sekitar rumah membuat tren menanam secara hidroponik semakin meningkat. Selain bisa menyiasati keterbatasan lahan dan kesibukan sehari-hari, bertanam hidroponik juga sering diklaim “bebas kotor” karena tanaman tidak langsung menyentuh tanah. Apalagi, sayuran yang ditanam menggunakan metode hidroponik biasanya lebih cepat panen dibandingkan dengan sayuran yang ditanam dengan metode konvensional. Wick system merupakan salah satu jenis sistem hidroponik yang paling mudah diterapkan, bahkan bagi hobiis pemula yang baru mulai menekuni dunia hidroponik. Kepraktisan dan kemudahan sistem ini menjadi pilihan tepat bagi hobiis yang tidak memiliki banyak waktu untuk merawat tanaman dan memiliki keterbatasan lahan di rumah. Buku ini membahas berbagai keunggulan wick system dan cara merakitnya. Dilengkapi pula dengan pembahasan berbagai jenis tanaman yang dapat ditanam dalam wick system, cara merawat, memanen, hingga solusi berbagai permasalahan yang mungkin ditemui selama bertanam hidroponik.
Memaparkan from A to Z tentang bertanam hidroponik dengan metode Wick System. Mulai dari cara merakit alat untuk keperluan Wick System, informasi mengenai tanaman apa saja yang dapat ditanam dengan metode ini, cara pemeliharaan, memahami hama dan penyakit tanaman, hingga cara dan waktu panen dengan metode ini.
Genre : Fiction, Contemporary
Source : Bought at Gramedia Book Store (56k)
Read on January, 6th 2016
My rating : 4 of 5
Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin.
“Nasib memang diserahkan kepada manusia untuk digarap, tetapi takdir harus ditandatangani di atas materai dan tidak boleh digugat kalau nanti terjadi apa-apa, baik atau buruk.”
Inilah Sarwono, dosen muda Antropologi kebanggaan UI, berperawakan cungkring aseli wong Solo, cerdas bukan kepalang namun gayanya agak Zadul, ahli menulis puisi cengeng, kesayangan para dosen senior, dan punya calon isteri, bernama Pingkan, keturunan manado-jawa yang ehm...jadi dambaan hati banyak pria.
Bila menatap nanar kedua mempelai yang ada di depan penghulu, duduk dengan tegap, dia adalah Fadli, sahabat Bila. Seharusnya Bila berbahagia melihat sahabatnya mengawali hidup baru. Iya, seharusnya begitu. Namun, faktanya saat ini, hati Bila sesak melihat prosesi itu. Bukankah seharusnya Bila yang ada di sana-di sampingnya? Seharusnya Bila yang menghabiskan masa tua bersamanya. Seharusnya Bila yang menjadi mempelai wanita. Sedikit egois memang, tetapi faktanya Bila lebih mengenal Fadli daripada wanita itu. Bila lebih mengenal Fadli luar dalam dibandingkan dengannya. Bila tahu rutinitas apa saja yang dia lakukan setiap hari. Bila tahu apa makanan favorit dan makanan yang dibencinya, bahkan Bila juga tahu berat badannya. Bila tahu segala hal dalam diri Fadli, tetapi mengapa justru wanita yang baru satu bulan mengalihkan perhatian Fadli yang kini menjadi pendampingnya. Kenapa, Tuhan?
Nabila atau Bila begitu sapaan akrabnya, harus mengurut dada dan menangis putus asa ketika menyadari bahwa pria sekaligus sahabat yang selama ini dia sayangi harus menikahi wanita lain. Tak pernah satu kali pun terbayang dalam pikiran Bila, bahwa Fadli-sahabatnya ini akan menikahi wanita selain dirinya, mengingat bertahun-tahun kebelakang Fadli adalah satu-satunya sahabat pria terdekat Bila. Bahkan Ibu Fadli sudah layaknya Ibu kandung bagi Bila, bahkan sampai dihari pernikahan Fadli pun, Ibu Fadli memohon maaf pada Bila atas tindakan Fadli yang malah memutuskan menikahi wanita lain. Hubungan Fadli - Bila selama ini adalah friendzone, hanya Bila yang selama ini diam-diam mencintai Fadli, namun tanpa disadari pria itu.
Ketika awal membaca sinopsis buku ini saya sempat menerka - nerka bagaimana jalan ceritanya, apakah ini akhir dari kisah hidup bila yang ditinggal nikah sahabat tercintai? atau ini malah adalah awal hidup Bila untuk move on dan menemukan pasangan hidupnya. Ternyata sinopsisnya benar-benar mengecoh, buku ini berisi After Life Bila setelah ditinggal Fadli, jadi tentang bagaimana dia menata hati dan memulai kehidupannya yang baru, kehidupan yang bahagia dengan pasangan yang terbaik yang dipilihkan untuknya.
WRITECHECK!
Nah, dibuku ini saya menemukan beberapa kesalahan tanda baca dan typo
(Semoga dapat menjadi perbaikan untuk cetakan selanjutnya)
Hal. 106
Penggunaan kata Magicom terlihat aneh menurut saya Magicom itu merk bukan ya?Hmm ada baiknya ditulis rice cooker saja
Hal. 172
Sementara dia sibuk dengan acara televisi aku, memilih makan buatan bubur
harusnya "... acara televisi, aku ..."
Hal. 190
Ini konyol, bagaimama bisa Om Tua
typo satu huruf sih, seharusnya "bagaimana"
"Novel dengan tema yang jarang, membuat penasaran untuk dibaca sampai selesai. Pada awalnya, bersimpati pada Bila, tetapi kemudian mengaguminya. Karena tidak mudah mengalami cinta seperti Bila, dan berhasil melaluinya. Worth to read!" - Namarappuccino, Penulis dan Blogger
"Ini cerita yang kaya. Seharusnya kita memang bisa memilih yang kita mau, tapi kadang cinta adalah perihal belajar menerima kenyataan." - Boy Candra, Penulis “Origami Hati”, “Setelah Hujan Reda”, dan “Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang”
Buku ini saya beli niatnya untuk menjadi kado untuk salah satu sahabat saya, dengan maksud hati membantunya untuk MENGINGAT LUKA LAMA dan JANGAN MOVE ON, hahaha, iya memang saya sekejam itu!*tertawalicik* dan surprisingly buku ini malah ngajak orang buat Move On, bagus lah, biar si teman saya itu tidak selalu mengingat masa lalu.hahaha. Tapi memang yah, takdir tidak selalu sama dengan harapan. Jadi buku ini bisa dibaca untuk siapa aja berumur 23+ yang sudah waktunya nikah *oops*
ada banyak pernikahan dalam buku ini, dan lagu Brian McKnight ini saya anggap cocok! Meskipun sebenernya pas baca buku ini saya sambil dengerin Instrumental Disney.hehehe
Language : Indonesia
Source : Bought at mizanstore.com
Genre : Historical Fiction, Classic
Read on September, 12nd 2015
My rating : 3 of 5
Ditulis di pertengahan 1950-an, Go Set a Watchman adalah naskah pertama yang diajukan Harper Lee kepada penerbit sebelum To Kill a Mockingbird. Setelah dianggap hilang, kini naskah berharga ini ditemukan di akhir 2014. Harper Lee, penulis penyendiri yang tak mau lagi menerbitkan novel setelah To Kill A Mockingbird, pun akhirnya setuju untuk membagi kisah awalnya kepada dunia.
Go Set a Watchman mengisahkan kehidupan para tokoh di To Kill A Mockingbird dua puluh tahun kemudian. Jean Louise Finch—atau Scout— kembali ke Maycomb, Alabama untuk mengunjungi, Atticus, ayahnya yang sudah uzur. Namun, kota kelahirannya tak lagi seperti dulu, begitu pun sang ayah. Scout harus berjuang mengatasi masalah-masalah pribadi dan politis tentang sang ayah dan kota kecil yang dulu membentuk siapa dirinya. Mengisahkan bagaimana Scout menerima dan beradaptasi dengan perubahan dan peristiwa-peristiwa menggemparkan yang membentuk Amerika di pertengahan 1950-an, Go Set a Watchman memberikan pandangan baru tentang kisah klasik karya Harper Lee. Menggugah, lucu sekaligus menggebrak tatanan sosial masyarakat Amerika saat itu.
"Yang paling berdaulat dalam setiap diri manusia, Jean Louise, yang menjadi penjaga dalam setiap manusia, adalah nurani."
Tahun lalu, ketika dikabarkan bahwa Go Set A Watchman akan terbit pada Juli 2015, saya termasuk salah satu dari ribuan penggemar Lee yang sangat exciting mendengar kabar ini, banyak pikiran yang terlintas dibenak saya, akan bercerita tentang apa buku ini? bagaimana Scout dan Jem setelah dewasa? apa kabar Atticus yang sudah menua? Ahh, Boo Radley, apakah dia masih menjadi si pemalu baik hati? dan yang paling membingungkan untuk dipikirkan adalah bagaimana mungkin ini adalah sekuel (maksud saya kelanjutan) sedangkan buku ini sendiri adalah draft penulisan to kill mockingbird. Akan kemanakah jalan ceritanya?
Format : Paperback, 216 pages
Publishing date : March 2012 by GPU (1st Published 1994)
Language : Indonesia
Genre : Nonfiction, Memoir
Source : Bought from friend
Read on September, 3rd 2015
My rating : 5 of 5
Kumpulan kisah tentang kucing dan para pemiliknya, dari dokter hewan dan pencerita paling disayangi di dunia––James Herriot. Ada cerita tentang Buster, anak kucing yang datang pada Hari Natal; Alfred, kucing pemilik toko gula-gula; Emily yang tinggal bersama tuannya yang pengelana; serta Olly dan Ginny, sepasang anak kucing yang muncul di rumah keluarga Herriot untuk meminta makanan. James Herriot menuturkan setiap kisah dengan penuh kehangatan dan kasih sayang yang menjadi ciri khasnya.
Kucing...tidak perlu dijelaskan lagi betapa cintanya saya dengan makhluk tuhan satu ini, wajahnya yang imut dan kelakuannya yang ngegemesin membuat saya suka sama kucing. Di keluarga saya pun semua rata-rata pecinta kucing, tante saya melihara 11 ekor kucing dirumahnya, adik saya apalagi...pecinta kucing sejati, yang rela merantau ke bagian barat Indonesia untuk mengejar cita-citanya jadi dokter hewan. Di rumah kami pun selalu ada kucing di setiap waktunya. Karena kecintaan akan kucing itulah membuat saya juga turut membaca buku-buku tentang kucing, dan buku karya Herriot ini meyakinkan saya bahwa benar...kucing itu bukan hewan egois, mereka hewan lembut dan penyayang.
"Aku sering berpikir tentang banyaknya hal ganjil yang orang-orang pikirkan tentang kucing. Kucing adalah makhluk egois yang menggunakan kasih sayagnya hanya untuk keadaan yang menguntungkan mereka, dan mereka tidak mampu merasakan cinta murni seperti anjing. Kucing adalah makhluk yang sangat memikirkan dirinya sendiri. Omong Kosong! Aku pernah merasakan bagaimana kucing-kucing itu menggosokkan wajahnya diwajahku dan menyentuh pipiku dengan cakar yang dengan hati-hati disembunyikan. Buatku, hal-hal seperti ini adalah ekspresi cinta." Hal 13
Allan Karlsson hanya punya waktu satu jam sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus dimulai. Wali Kota akan hadir. Pers akan meliput. Seluruh penghuni Rumah Lansia juga ikut merayakannya. Namun ternyata, justru yang berulangtahunlah yang tidak berniat datang ke pesta itu. Melompat lewat jendela kamarnya, Allan memutuskan untuk kabur. Dimulailah sebuah perjalanan luar biasa yang penuh dengan kegilaan. Siapa sangka, petualangannya itu menjadi pintu yang akan mengungkap kehidupan Allan sebelumnya. Sebuah kehidupan di mana—tanpa terduga—Allan memainkan peran kunci di balik berbagai peristiwa penting pada abad kedua puluh. Membantu menciptakan bom atom, berteman dengan Presiden Amerika dan tiran Rusia, bahkan membuat pemimpin komunis Tiongkok berutang budi padanya! Siapa, sih, Allan sebenarnya?
"Bayangkan, kematian ternyata hanya seperti tidur. Apakah dia akan punya waktu untuk berpikir sebelum semuanya berakhir? Apakah dia punya waktu untuk berpikir bahwa dia sudah berpikir baik-baik? Tetapi tunggu, berapa lama dia harus berpikir sebelum dia selesai berpikir?" Hal.498
Dengan judul yang se-absurd ini, siapa pun pasti akan berpikir betapa konyolnya cerita yang ditawarkan, dan benar!! dari halaman pertama berhasil membuat saya penasaran untuk terus membalik halaman demi halaman... Bisa dikatatakan karena terlalu ngga masuk akalnya malah bikin saya percaya sama jalan ceritanya. Well..well...kalian pasti nggak ngerti kan apa yang saya ceritakan barusan? The best way to describe these book is ordinary man who jumped out to extraordinary
Setelah tanpa sengaja menggunakan kekuatan yang tanpa dia sadari dimilikinya untuk mengubah kenyataan, Scott Tyler baru menyadari bahwa dirinya adalah seorang Pengalih—seseorang yang memiliki kemampuan untuk membatalkan segala keputusan yang telah dijalaninya, dan secara otomatis membangun versi kenyataan baru yang dapat mengubah keadaan saat ini hanya dengan kekuatan pikiran. Mulanya, Scott mengira kemampuannya itu adalah hal luar biasa yang akan membuat kehidupannya menjadi menyenangkan. Namun seiring waktu berlalu, dia menyadari ada konsekuensi yang mengiringi setiap pembatalan keputusan. Konsekuensi buruk yang tidak bisa diprediksi. Hidupnya menjadi kacau balau dan seseorang yang disayanginya tewas hanya karena dia membatalkan satu keputusan di masa lalunya. Dan yang lebih buruk lagi, belakangan dia menyadari keberadaan sebuah kelompok yang ingin merebut kekuatan para Pengalih dengan cara sadis. Dalam dunia di mana segala sesuatunya dapat diubah dengan pikiran semata, Scott harus berhati-hati dengan setiap keputusan yang diambilnya.
"Kau seorang Pengalih, Scott. Seseorang yang menurutku bisa kau sebut memiliki kemampuan istimewa." Aku mendengus tertawa lalu kembali bersandar di sofa. "Jadi aku bisa terbang? Tak kasat mata?" hal. 35.
Scott Tyler, remaja berusia 16 tahun yang mengira masa remajanya akan biasa-biasa saja, atau bahkan lebih buruk dengan titel yang disandangnya sebagai Si Anak Pengecut. Hingga akhirnya,
Title : The Lovely Bones
Writer : Alice Sebold
Publisher : Little, Brown and Company
Format : Paperback, 328 pages
Bought : Kuala Lumpur Book Fair '13 (RM 8)
Publishing date : Movie tie-in ed, October, 2009
Language : English
Genre : YA fiction,contemporary, fantasy, mystery, drama
Read on June, 22nd 2014
My rating : 3.5 of 5
The Lovely Bones is the story of a family devastated by a gruesome murder -- a murder recounted by the teenage victim. Upsetting, you say? Remarkably, first-time novelist Alice Sebold takes this difficult material and delivers a compelling and accomplished exploration of a fractured family's need for peace and closure.
The details of the crime are laid out in the first few pages: from her vantage point in heaven, Susie Salmon describes how she was confronted by the murderer one December afternoon on her way home from school. Lured into an underground hiding place, she was raped and killed. But what the reader knows, her family does not. Anxiously, we keep vigil with Susie, aching for her grieving family, desperate for the killer to be found and punished.
Sebold creates a heaven that's calm and comforting, a place whose residents can have whatever they enjoyed when they were alive -- and then some. But Susie isn't ready to release her hold on life just yet, and she intensely watches her family and friends as they struggle to cope with a reality in which she is no longer a part. To her great credit, Sebold has shaped one of the most loving and sympathetic fathers in contemporary literature.
Susie, begitu ia disapa. Usianya 14 tahun ketika ia tewas dibunuh oleh tetangganya sendiri George Harvey, seorang pria pshyco penyendiri. Meskipun telah membunuh Susie dan membuang anggota tubuhnya di tempat pembuangan, Harvey sangat profesional menutup jejaknya. Kematiannya menjadi misteri bagi keluarga, lingkungan, dan sahabat yang ia tinggalkan. Susie mungkin sudah tewas, tetapi dari surganya dengan senantiasa dia mengikuti setiap orang-orang yang dicintainya bahkan pembunuhnya. Dengan seluruh kenyamanan yang dia dapatkan di Surga-nya bukan berarti Susie menikmati tinggal di Surga itu, dalam hati terdalamnya adalah kehidupan di bumi yang ia impikan.
“Heaven is comfort, but it's still not living.” - p.
Publisher : Gramedia Pustaka Utama
Format : Paperback, 217 pages
Language : Indonesia
Translator : Indah Santi Pratidina
Read on July 03, 2013
My rating : 5 of 5
"Kata pendidikan tidak hanya berarti memperoleh pengetahuan akademis. Pendidikan juga berarti menanamkan semangat mulia, kejujuran, serta keberanian, lalu menghapuskan kebiasan licik, usil, serta tak bertanggung jawab." Hal 112
Oke fellas, sekarang saya bakal cerita soal pengalaman berbelanja buku online saya yang pertama.
Untuk kamu yang suka baca literatur berbahasa asing, khususnya bahasa inggris sebenarnya banyak sekali toko buku yang tersebar di Indonesia, mulai dari Periplus, kinokuniya, aksara, dll. Tapi yaaa untuk harga, toko buku tersebut bisa dibilang mahaaal, dan sangat tidak bersahabat untuk kantong mahasiswa. Jadilah saya browsing di dunia maya dan mencari toko buku online yang menawarkan harga yang miring.
Salah satu toko buku online yang paling populer bagi para penduduk goodreads adalah Book Depository. Dan setelah saya cek, ternyata memang sedikit lebih murah dan ditambah free shipping. Namun, karena buku yang saya cari waktu itu masih dijual lumayan mahal jadilah saya mencari toko buku online yang lain.
Sesuatu yang adiksi menurut gue adalah Baca Buku dan Internet.
Kalau untuk masalah internet, sepertinya emang udah menjadi penyakit yang menular di era globalisasi sekarang ini. Tapi, kalau membaca buku...semenjak jaman nenek moyang kita seorang pelaut sampe detik ini peminatnya masih aja sedikit. Hal ini yang terkadang bikin gue sedih, gundah, dan gulana *alaylebay*
Okeh contohnya nggak usah jauh2 deh, temen2 atau orang disekitar kamu pasti ada aja yang nggak suka baca buku, iya kan?pasti ada!percaya deh,pasti ada!..kecuali texted book, itu mah kudu wajib dibaca buat jadi bahan kuliah. paham ngga paham pasti itu buku di telan mentah-mentah.ahahaha...