Sunday, December 18, 2016

MARKITUKA JABODETABEK 2.0

Setelah keberhasilan perdana MARKITUKA tahun lalu, maka event tukeran kado buku ini pun berlanjut tahun ini.

Langsung saja, berikut buku wishlist saya :

Raden Mandasia
Bisa beli disini


Sungu Lembu menjalani hidup membawa dendam. Raden Mandasia menjalani hari-hari memikirkan penyelamatan Kerajaan Gilingwesi. Keduanya bertemu di rumah dadu Nyai Manggis di Kelapa. Sungu Lembu mengerti bahwa Raden Mandasia yang memiliki kegemaran ganjil mencuri daging sapi adalah pembuka jalan bagi rencananya. Maka, ia pun menyanggupi ketika raden Mandasia mengajaknya menempuh perjalanan menuju Kerajaan Gerbang Agung.

Berdua, mereka tergulung dalam pengalaman-pengalaman mendebarkan: bertarung melawan lanun di lautan, ikut menyelamatkan pembawa wahyu, bertemu dengan juru masak menyebalkan dan hartawan dengan selera makan yang menakjubkan, singgah di desa penghasil kain celup yang melarang penyebutan warna, berlomba melawan maut di gurun, mengenakan kulit sida-sida, mencari cara menemui Putri Tabassum Sang Permata Gerbang Agung yang konon tak pernah berkaca-cermin-cermin di istananya bakal langsung pecah berkeping-keping karena tak sanggup menahan kecantikannya, dan akhirnya terlibat perang besar yang menghadirkan hujan mayat belasan ribu dari langit.

Meminjam berbagai khazanah cerita dari masa-masa berlainan, Yusi Avianto Pareanom menyuguhkan dongeng kontemporer yang memantik tawa, tangis, dan makian-makian Anda dalam waktu berdekatan–mungkin bersamaan.


Anak Semua Bangsa
Bisa beli disini

Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusastraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dan dari sisinya yang berbeda. Tetralogi ini dibagi dalam format empat buku. Pembagian ini bisa juga kita artikan sebagai pembelahan pergerakan yang hadir dalam beberapa periode. Roman kedua Tetralogi, Anak Semua Bangsa, adalah periode observasi atau turun ke bawah mencari serangkaian spirit lapangan dan kehidupan arus bawah pribumi yang tak berdaya melawan kekuatan raksasa Eropa. Di titik ini Minke diperhadapkan antara kekaguman yang melimpah-limpah pada peradaban Eropa dan kenyataan selingkungan bangsanya yang kerdil. Sepotong perjalanannya ke Tulangan Sidoarjo dan pertemuannya dengan Khouw Ah Soe, seorang aktivis pergerakan Tionghoa, korespondensinya dengan keluarga Dela Croix (Sarah, Miriam, Herbert), teman Eropanya yang liberal, dan petuah-petuah Nyai Ontosoroh, nertua sekaligus guru agungnya, kesadaran Minke tergugat, tergurah, dan tergugah, bahwa ia adalah bayi semua bangsa dari segala jaman yang harus menulis dalam bahasa bangsanya (Melayu) dan berbuat untuk manusia-manusia bangsanya.

The Husband's Secret
Bisa beli disini

Sebuah novel yang membuat kita berpikir tentang sejauh mana kita mengenal pasangan hidup dan diri sendiri...

Bayangkan suamimu menulis sepucuk surat kepadamu yang baru boleh dibuka setelah kematiannya. Bayangkan juga bahwa surat itu berisi rahasia terdalam dan tergelap yang dapat menghancurkan bukan hanya kehidupan keluargamu, tapi juga kehidupan orang lain. Kemudian bayangkan, kau tak sengaja menemukan surat itu ketika suamimu masih hidup...

Cecilia Fitzpatrick harus memilih apakah ia akan memuaskan rasa penasarannya atau melupakan keberadaan surat tersebut sama sekali. Namun, rasa penasaran itu sangat kuat. Dan berbahaya. Tidak percaya? Tanya saja kepada Pandora.

Holy Mother
Bisa beli disini

Terjadi pembunuhan mengerikan
terhadap seorang anak laki—laki
di kota tempat Honami tinggal.
Korban bahkan diperkosa
setelah dibunuh.
Berita itu membuat Honami
mengkhawatirkan keselamatan
putri satu—satunya
yang dia miliki.
Pihak kepolisian bahkan
tidak bisa dia percayai.
Apa yang akan dia lakukan
untuk melindungi putri tunggalnya itu?

No comments:

Post a Comment

Free Speech is Human Right! Speak up! Voice your opinion below. XO