Wednesday, September 24, 2014

[Book Review] The Last Song - Eva Wiseman

Title : The Last Song
Writer : Eva Wiseman
Publisher : Tundra Books
Format : eARC, 240 pages
Source : NetGalley
Publishing date : 14th, October 2014
Language : English
Genre : Historical Fiction, Young Adult
Read on August, 26th 2014
My rating : 3.5 of 5

Spain had been one of the world’s most tolerant societies for eight hundred years, but that way of life was wiped out by the Inquisition. Isabel’s family feels safe from the terrors, torture, and burnings. After all, her father is a respected physician in the court of Ferdinand and Isabella. Isabel was raised as a Catholic and doesn’t know that her family’s Jewish roots may be a death sentence. When her father is arrested by Torquemada, the Grand Inquisitor, she makes a desperate plan to save his life – and her own.

Once again, master storyteller Eva Wiseman brings history to life in this riveting and tragic novel.
"Don't judge her harshly," Papa said. "Fear does strange things to people." p.185
Mengambil latar belakang Toledo, Spanyol antara September 1491 - Juli 1492, buku ini dengan ringkas menceritakan kisah yang terjadi di era itu. Yap, di Spanyol di tahun 1400an adalah masa Inkuisisi Spanyol, dimana gereja Katolik Roma mulai berkuasa, toleransi antar umat beragama tidak

Wednesday, August 27, 2014

#2 Wishful Wednesday


Setelah beberapa minggu ngga nulis Wishful Wednesday, entah kenapa hari ini niat banget pengen nulis (emang lagi ada buku inceran sih). Eh, pucuk di cinta ulam tiba, kebenaran sekali si empu-nya meme Books to Share lagi ngadain Giveaway. Walau kemarin ngga beruntung, semoga kali ini rejeki deh. Amin...

Cerita soal buku yang lagi saya pengenin, sebenernya ini terhitung buku lama. Versi aslinya sendiri sudah terbit sejak tahun 2010, tapi menurut saya intisari yang bisa didapat dari buku ini bisa menjadi motivasi dalam hidup.
Well, kalian pernah dengar nama Liz Murray? Jika belum pernah maka akan saya beri tahu, perkenalan saya dengan Liz Murray ini ketika saya menonton salah satu acara talkshow kenamaan, Oprah. Betapa termotivasinya saya setelah mendengar kisah hidup beliau yang terkenal dengan "from Homeless to the Halls of Harvard". Yap, Mrs. Murray awalnya hanyalah seorang anak miskin dengan orang tua pecandu narkoba. Namun, ketekunannya lah yang membuat beliau bisa berhasil dan bahkan mendapat beasiswa penuh di Harvard University
Setelah bertahun-tahun lalu sejak nonton acara Oprah itu, betapa kagetnya saya ketika jalan-jalan ke gramedia beberapa waktu lalu ketemu buku dengan Cover yang menyejukkan mata berjudul Breaking Night, dan pengarangnya adalah Liz Murray. Jujur, pertama lihat nama pengarangnya saya ngga tau itu siapa, tapi pas baca resensinya ingatan saya langsung tertuju dengan Mrs. Murray di acara Oprah. Oh boy... Sebenernya saya udah pingin banget bawa ke kasir, tapi oh tapi...banyak alasan sehingga saya mengurungkan niat untuk membeli buku ini (lagi kanker aka kantongkering.hehehe).

versi indonesia, diterbitkan oleh mizan


versi asli terbit tahun 2010



















Here's a lil' blurb :

Tuesday, August 26, 2014

[Book Review] Being Audrey Hepburn by Mitchell Kriegman

Writer : Mitchell Kriegman
Publisher : St. Martin's Press
Format : eARC, 344 pages
Source : NetGalley
Publishing date : 16th, September 2014
Language : English
Genre : YA, contemporary, woman fiction
Read on August, 8th 2014
My rating : 4 of 5

In Being Audrey Hepburn, Clarissa Explains It All-creator, Mitchell Kriegman, tells the story of a 19-year-old girl from Jersey who finds herself thrust into the world of socialites after being seen in Audrey Hepburn’s dress from the film Breakfast at Tiffany’s.
Lisbeth comes from a broken home in the land of tube tops, heavy eyeliner, frosted lip-gloss, juiceheads, hoop earrings and “the shore.” She has a circle of friends who have dedicated their teenage lives to relieve the world of all its alcohol one drink at a time.
Obsessed with everything Audrey Hepburn, Lisbeth is transformed when she secretly tries on Audrey’s iconic Givenchy. She becomes who she wants to be by pretending to be somebody she’s not and living among the young and privileged Manhattan elite. Soon she’s faced with choices that she would never imagine making – between who she’s become and who she once was.
In the tradition of The Nanny Diaries and The Devil Wears Prada, this is a coming of age story that all begins with that little black dress…
"Diamonds aren't just a girl's best friend, they're a sparkling tonic for the soul, like summer rain, gazing at Milky Way, or snowflakes that land on your tounge." p.20
Audrey Hepburn adalah segalanya bagi Lisbeth, idola yang selalu ia puja, watak hingga tutur kata Audrey adalah pedoman hidupnya. Lisbeth mungkin hanya gadis usia 19 tahun yang hidup di daerah pinggiran New York, bekerja partime di kedai bobrok,

Wednesday, August 13, 2014

[Book Review] Landline by Rainbow Rowell

credit : sianlilemakes
Title : Landline
Writer : Rainbow Rowell
Publisher : Orion
Format : Ebook, 248 pages
Publishing date : 3rd, July 2014
Language : English
Genre : Adult fiction, contemporary, marriage life
Read on July, 3rd 2014
My rating : 3.5 of 5

Georgie McCool knows her marriage is in trouble. That it’s been in trouble for a long time. She still loves her husband, Neal, and Neal still loves her, deeply — but that almost seems besides the point now.
Maybe that was always besides the point.
Two days before they’re supposed to visit Neal’s family in Omaha for Christmas, Georgie tells Neal that she can’t go. She’s a TV writer, and something’s come up on her show; she has to stay in Los Angeles. She knows that Neal will be upset with her — Neal is always a little upset with Georgie — but she doesn’t expect to him to pack up the kids and go home without her.
When her husband and the kids leave for the airport, Georgie wonders if she’s finally done it. If she’s ruined everything.
That night, Georgie discovers a way to communicate with Neal in the past. It’s not time travel, not exactly, but she feels like she’s been given an opportunity to fix her marriage before it starts . . .
Is that what she’s supposed to do?
Or would Georgie and Neal be better off if their marriage never happened?
Marry me,” he kept saying.I will,” she kept answering. I think I can live without you,” he said, like it was something he’d spent twenty-seven hours thinking about, “but it won’t be any kind of life.” p.202
Finally...saya khatam membaca karya terbaru Rainbow Rowell yang terbit awal Juli lalu. Untuk pembaca yang belum tau, hingga saat ini Rainbow Rowell telah menerbitkan empat buku.

Wednesday, July 16, 2014

#1 Wishful Wednesday


Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti meme wishful wednesday, dan keinginan saya untuk mengikuti meme ini tidak tertahankan ketika melihat penyelenggara meme ini (Books to Share berkolaborasi dengan The Black in the Books) berbaik hati membagikan giveaway voucher buku. Momen ini pas banget karena saat ini saya memang lagi ngincer salah satu buku yang sudah lama saya idam-idamkan dan ternyata baru-baru ini penerbit Bentang Pustaka telah menerjemahkannya dalam bahasa indonesia. Yap...buku tersebut adalah "The 100-year-old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared" karangan Jonas Jonasson. Buku ini awalnya diterbitkan di Swedia dengan judul "Hundraåringen som klev ut genom fönstret och försvann" (Nah lho,gimana bacanya?) yang secara tidak terduga menjadi fenomenal bestseller. Saya sudah mengincar buku ini sejak 2013 lalu ketika berbelanja di periplus, awalnya suka karena judulnya yang aneh dan covernya yang cantik namun niat untuk membeli terlupakan karena banyaknya buku yang belum terbaca. Hingga akhirnya beberapa minggu yang lalu saya mengetahui bahwa buku ini terlah diterjemahkan dalam bahasa indonesia.
Ini buku yang saya lihat di periplus
versi Indonesia, tak kalah mengagumkan


Well...supaya makin menambah rasa penasaran akan saya sertakan blurbnya.
Allan Karlsson hanya punya waktu satu jam sebelum pesta ulang tahunnya yang keseratus dimulai. Wali Kota akan hadir. Pers akan meliput. Seluruh penghuni Rumah Lansia juga ikut merayakannya. Namun ternyata, justru yang berulangtahunlah yang tidak berniat datang ke pesta itu.
Melompat lewat jendela kamarnya, Allan memutuskan untuk kabur. Dimulailah sebuah perjalanan luar biasa yang penuh dengan kegilaan. Siapa sangka, petualangannya itu menjadi pintu yang akan mengungkap kehidupan Allan sebelumnya. Sebuah kehidupan di mana—tanpa terduga—Allan memainkan peran kunci di balik berbagai peristiwa penting pada abad kedua puluh. Membantu menciptakan bom atom, berteman dengan Presiden Amerika dan tiran Rusia, bahkan membuat pemimpin komunis Tiongkok berutang budi padanya! Siapa, sih, Allan sebenarnya?