Betapa Sabari menyayangi Zorro. Ingin dia memeluknya sepanjang waktu. Dia terpesona melihat makhluk kecil yang sangat indah dan seluruh kebaikan yang terpancar darinya. Diciuminya anak itu dari kepala sampai ke jari-jemari kakinya yang mungil. Kalau malam Sabari susah susah tidur lantaran membayangkan bermacam rencana yang akan dia lalui dengan anaknya jika besar nanti. Dia ingin mengajaknya melihat pawai 17 Agustus, mengunjungi pasar malam, membelikannya mainan, menggandengnya ke masjid, mengajarinya berpuasa dan mengaji, dan memboncengnya naik sepeda saban sore ke taman kota.
"Konon, hari paling penting dalam hidup manusia adalah hari saat manusia itu tahu untuk apa dia dilahirkan. Sekarang Sabari tahu bahwa dia dilahirkan untuk menjadi seorang ayah. Seorang ayah bagi Zorro." pg.227
Ada banyak kisah yang menceritakan tentang kisah cinta ibu kepada anaknya, tapi tentang cinta ayah kepada anakn mungkin tak banyak ditemukan. Buku Andrea Hirata satu ini menyuguhkan kisah yang berbeda, dan memunculkan sosok seorang ayah yang luar biasa hebatnya. Ayah itu bernama Sabari, ia bukan seorang kaya raya, tak juga memiliki wajah rupawan, tapi ia memiliki sifat yang tak semua pria memilikinya, yaitu kesabaran, ketekunan dan ketulusan.
Genre : Non Fiction, Agriculture
Source : freebie from publisher (@bukuagromedia)
Read on Januari, 11th 2016
My rating : 4 of 5
Buy a hard copy at Agromedia (ID) or digital copy at Google Play (INT)
Keinginan untuk berkebun sayuran sendiri di sekitar rumah membuat tren menanam secara hidroponik semakin meningkat. Selain bisa menyiasati keterbatasan lahan dan kesibukan sehari-hari, bertanam hidroponik juga sering diklaim “bebas kotor” karena tanaman tidak langsung menyentuh tanah. Apalagi, sayuran yang ditanam menggunakan metode hidroponik biasanya lebih cepat panen dibandingkan dengan sayuran yang ditanam dengan metode konvensional. Wick system merupakan salah satu jenis sistem hidroponik yang paling mudah diterapkan, bahkan bagi hobiis pemula yang baru mulai menekuni dunia hidroponik. Kepraktisan dan kemudahan sistem ini menjadi pilihan tepat bagi hobiis yang tidak memiliki banyak waktu untuk merawat tanaman dan memiliki keterbatasan lahan di rumah. Buku ini membahas berbagai keunggulan wick system dan cara merakitnya. Dilengkapi pula dengan pembahasan berbagai jenis tanaman yang dapat ditanam dalam wick system, cara merawat, memanen, hingga solusi berbagai permasalahan yang mungkin ditemui selama bertanam hidroponik.
Memaparkan from A to Z tentang bertanam hidroponik dengan metode Wick System. Mulai dari cara merakit alat untuk keperluan Wick System, informasi mengenai tanaman apa saja yang dapat ditanam dengan metode ini, cara pemeliharaan, memahami hama dan penyakit tanaman, hingga cara dan waktu panen dengan metode ini.
Genre : Fiction, Contemporary
Source : Bought at Gramedia Book Store (56k)
Read on January, 6th 2016
My rating : 4 of 5
Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin.
“Nasib memang diserahkan kepada manusia untuk digarap, tetapi takdir harus ditandatangani di atas materai dan tidak boleh digugat kalau nanti terjadi apa-apa, baik atau buruk.”
Inilah Sarwono, dosen muda Antropologi kebanggaan UI, berperawakan cungkring aseli wong Solo, cerdas bukan kepalang namun gayanya agak Zadul, ahli menulis puisi cengeng, kesayangan para dosen senior, dan punya calon isteri, bernama Pingkan, keturunan manado-jawa yang ehm...jadi dambaan hati banyak pria.
Bila menatap nanar kedua mempelai yang ada di depan penghulu, duduk dengan tegap, dia adalah Fadli, sahabat Bila. Seharusnya Bila berbahagia melihat sahabatnya mengawali hidup baru. Iya, seharusnya begitu. Namun, faktanya saat ini, hati Bila sesak melihat prosesi itu. Bukankah seharusnya Bila yang ada di sana-di sampingnya? Seharusnya Bila yang menghabiskan masa tua bersamanya. Seharusnya Bila yang menjadi mempelai wanita. Sedikit egois memang, tetapi faktanya Bila lebih mengenal Fadli daripada wanita itu. Bila lebih mengenal Fadli luar dalam dibandingkan dengannya. Bila tahu rutinitas apa saja yang dia lakukan setiap hari. Bila tahu apa makanan favorit dan makanan yang dibencinya, bahkan Bila juga tahu berat badannya. Bila tahu segala hal dalam diri Fadli, tetapi mengapa justru wanita yang baru satu bulan mengalihkan perhatian Fadli yang kini menjadi pendampingnya. Kenapa, Tuhan?
Nabila atau Bila begitu sapaan akrabnya, harus mengurut dada dan menangis putus asa ketika menyadari bahwa pria sekaligus sahabat yang selama ini dia sayangi harus menikahi wanita lain. Tak pernah satu kali pun terbayang dalam pikiran Bila, bahwa Fadli-sahabatnya ini akan menikahi wanita selain dirinya, mengingat bertahun-tahun kebelakang Fadli adalah satu-satunya sahabat pria terdekat Bila. Bahkan Ibu Fadli sudah layaknya Ibu kandung bagi Bila, bahkan sampai dihari pernikahan Fadli pun, Ibu Fadli memohon maaf pada Bila atas tindakan Fadli yang malah memutuskan menikahi wanita lain. Hubungan Fadli - Bila selama ini adalah friendzone, hanya Bila yang selama ini diam-diam mencintai Fadli, namun tanpa disadari pria itu.
Ketika awal membaca sinopsis buku ini saya sempat menerka - nerka bagaimana jalan ceritanya, apakah ini akhir dari kisah hidup bila yang ditinggal nikah sahabat tercintai? atau ini malah adalah awal hidup Bila untuk move on dan menemukan pasangan hidupnya. Ternyata sinopsisnya benar-benar mengecoh, buku ini berisi After Life Bila setelah ditinggal Fadli, jadi tentang bagaimana dia menata hati dan memulai kehidupannya yang baru, kehidupan yang bahagia dengan pasangan yang terbaik yang dipilihkan untuknya.
WRITECHECK!
Nah, dibuku ini saya menemukan beberapa kesalahan tanda baca dan typo
(Semoga dapat menjadi perbaikan untuk cetakan selanjutnya)
Hal. 106
Penggunaan kata Magicom terlihat aneh menurut saya Magicom itu merk bukan ya?Hmm ada baiknya ditulis rice cooker saja
Hal. 172
Sementara dia sibuk dengan acara televisi aku, memilih makan buatan bubur
harusnya "... acara televisi, aku ..."
Hal. 190
Ini konyol, bagaimama bisa Om Tua
typo satu huruf sih, seharusnya "bagaimana"
"Novel dengan tema yang jarang, membuat penasaran untuk dibaca sampai selesai. Pada awalnya, bersimpati pada Bila, tetapi kemudian mengaguminya. Karena tidak mudah mengalami cinta seperti Bila, dan berhasil melaluinya. Worth to read!" - Namarappuccino, Penulis dan Blogger
"Ini cerita yang kaya. Seharusnya kita memang bisa memilih yang kita mau, tapi kadang cinta adalah perihal belajar menerima kenyataan." - Boy Candra, Penulis “Origami Hati”, “Setelah Hujan Reda”, dan “Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang”
Buku ini saya beli niatnya untuk menjadi kado untuk salah satu sahabat saya, dengan maksud hati membantunya untuk MENGINGAT LUKA LAMA dan JANGAN MOVE ON, hahaha, iya memang saya sekejam itu!*tertawalicik* dan surprisingly buku ini malah ngajak orang buat Move On, bagus lah, biar si teman saya itu tidak selalu mengingat masa lalu.hahaha. Tapi memang yah, takdir tidak selalu sama dengan harapan. Jadi buku ini bisa dibaca untuk siapa aja berumur 23+ yang sudah waktunya nikah *oops*
ada banyak pernikahan dalam buku ini, dan lagu Brian McKnight ini saya anggap cocok! Meskipun sebenernya pas baca buku ini saya sambil dengerin Instrumental Disney.hehehe